

Metro – Era baru pemerintahan di Kota Metro berdampak tidak baik bagi sejumlah perusahaan pemberitaan. Pasalnya, pencairan anggaran publikasi yang notabenenya adalah hak setiap insan pers, diduga dilakukan dengan pola tebang pilih. Benarkah demikian? Ada apa?
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Metro menyebut anggaran tersebut belum ditransfer dari pusat. Padahal, berkas sudah masuk 3 hari lalu.
“Maaf bang belum, masi nunggu dana dari pusat,” ujar salah seorang staff BPKAD Kota Metro saat dikonfirmasi, Rabu (26/03/2025).
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Metro, Subehi saat dikonfirmasi via whatsapp perihal tersebut, malah mengajak berdoa bersama.
“Kita berdoa saja bang, Mudah-mudahan besok dana-nya sudah turun,” ucap Subehi.
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso pernah berjanji kepada awak pada acara musrenbang, di Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai.
“Nanti kita cek dan akan lihat kembali tidak ada kebijakan Walikota dan Wakil Walikota Metro, yang menghambat sesuatu apalagi sifatnya penting untuk publikasi,” ungkap Bambang.
Bambang memastikan bahwa anggaran untuk media (publikasi) itu ada. Saat momen wawancara pada Kamis, 13 Maret 2025, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Saya pastikan anggaran tersebut ada dan kita juga mendukung kerjasama yang baik dengan media,” Pungkas Bambang.(*)[Tim]
